MasukDaftarHalaman Saya
Pengasuhan Anak
Tanda-tanda Anak Anda Sudah Kecanduan Gadget
Dibaca 5642
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Di era modern, gawai (gadget) dan telepon genggam (smartphone) sudah menjadi cara yang umum untuk membuat anak anteng. Sebuah survey di Inggris bahkan menyatakan bahwa 1 dari 3 balita menggunakan gadget bahkan sebelum mereka mulai berbicara.

Sudah menjadi informasi umum bahwa gawai terbukti berdampak signifikan terhadap pertumbuhan mental anak-anak muda di zaman modern ini. Nyatanya, sulit untuk tidak memperlihatkan gadget kepada anak, apalagi di kala kita kewalahan dengan pekerjaan, atau harus merawat adik bayi, atau harus membuat anak duduk anteng di restoran, atau berjuta alasan lainnya. Tidak dipungkiri, asal dalam batas kewajaran, paparan media visual untuk anak masih bisa ditolerir. 

Namun, ketika gadget mulai mempengaruhi perilaku anak dan membuat anak ketergantungan, maka Anda perlu mulai untuk mengubah keadaan. Kecanduan gadget dapat mempengaruhi pola tidur anak, mengacaukan jam dan pola makan, dan membuat anak lebih sering tantrum dalam kesehariannya.

Baca juga: Memperlihatkan Acara TV/Telepon Genggam dapat Berakibat Fatal pada Anak Usia 1~3 Tahun

Perhatikan tanda-tanda anak yang kecanduan gadget!

1. Tidak tertarik untuk melakukan aktivitas lainnya

Anda perlu waspada saat Anda mengajak anak untuk melakukan aktivitas seru lainnya, seperti pergi ke taman atau bermain bola, tapi anak enggan melakukannya. Jika rasa enggan ini keterusan, ini akan membuat Anda semakin sulit untuk membuatnya melakukan aktivitas lain, selain main gadget.

2. Mengalami efek gejala putus perilaku

Seperti halnya seseorang yang sakau kalau tidak nyabu, anak yang kecanduan gadget pun bisa memperlihatkan gejala yang serupa. Ketika seseorang yang mengalami kecanduan tidak mendapatkan apa yang dibutuhkannya, maka dia akan mengalami efek gejala putus zat (untuk adiksi zat) dan gejala putus perilaku (untuk adiksi non-zat). Untuk lebih mudah dimengerti, sama halnya seperti seseorang perokok yang tidak diberi rokok, lalu mengalami sakit kepala atau tubuh gemetar. Jika si kecil terlihat sangat cemas, kesal, atau sedih yang berlebihan saat gadget-nya tidak kelihatan, dan baru bisa tenang kembali setelah gadget-nya dikembalikan kepadanya, ini bisa menjadi salah satu tanda bahwa hubungannya dengan gadget sangat tidak sehat.

3. Meningkatnya toleransi

Seseorang dapat dikategorikan kecanduan jika dia membutuhkan jumlah atau waktu yang lebih banyak untuk menghasilkan efek kesenangan yang sama dengan sebelumnya. Jika sebelumnya anak sudah puas saat dipertontonkan gadget 10 menit, tapi semakin lama ia merengek untuk minta nonton  terus bahkan hingga 1 jam, atau jika anak masih merasa kurang setelah 30 menit bermain game online, ini berarti toleransi anak terhadap gadget meningkat.

4. Gadget menjadi penghibur

Jika anak Anda sedang bete dan minta disetelkan TV atau main game untuk mengobati emosi negatif atau untuk melepas stresnya, maka ini juga bisa menjadi gejala kecanduan gadget. Jika stres menjadi alasan anak untuk bermain game, maka ia cenderung akan terjebak terus menerus bermain game. Ketika bermain game, kenaikan zat dopamine pada otak sangat drastis bahkan melebihi efek dopamine yang muncul setelah makan cokelat. Dopamine akan merangsang rasa puas dan bahagia (pleasure effect) yang membuat seseorang terus mengalami kecanduan.

5. Sulit mengendalikan diri

Memang balita masih belum terampil untuk mengendalikan diri. Tapi jika Anda harus 'perang' dulu setiap kali Anda ingin mematikan TV atau menyita gadget-nya, ini bisa menjadi gejala anak kecanduan gadget juga. Perilaku ini bisa saja keterusan dalam kehidupan sehari-harinya juga. Misalnya, ketika ada gangguan sambungan internet dan ia tidak bisa menonton Youtube, anak marah besar dan memperlihatkan perilaku agresif.

6. Pikiran anak 'teracuni' oleh isi gadget

Jika anak menceritakan tentang game kesukaannya kepada Anda sepanjang hari, atau menebak-nebak apa yang akan di-post oleh Youtuber favoritnya, atau bahkan meniru adegan kekerasan yang ia tonton, Anda harus mencari jalan keluar.

7. Terganggunya fungsi kehidupan

Apakah anak ngotot menonton HP bahkan saat jam makan? Atau ia tidak berhenti memainkan game online-nya ketika Anda memanggilnya berulang kali? Jika screen-time sampai mempengaruhi aktivitas dan dialog keluarga, maka ini adalah perilaku yang bermasalah. Tidak hanya terganggunya relasi dengan orang lain. Jika prestasi akademis anak yang semula baik jadi menurun gara-gara terlalu banyak menggunakan gadget, maka ini adalah gejala yang tidak baik.

8. Berbohong

Jika anak Anda membuka HP Anda tanpa seizin Anda, menontonnya diam-diam ketika Anda tidur, atau berbohong tentang berapa lama mereka sudah bermain game hari ini, maka sudah saatnya Anda mengambil tindakan.

----

Pada anak-anak yang masih kecil, gejala kecanduan gadget dapat dihentikan sejak dini jika orangtua menetapkan batasan, menentukan konsekuensi yang tegas, dan mengakomodasi rutinitas yang teratur untuk anak-anak. Ketegasan dan konsistensi Anda sangatlah penting. Rasa tidak tega Anda hanya akan menjerumuskan Anda. Jika Anda 'kalah hawa' dibandingkan oleh balita usia 3 tahun Anda, pikirkanlah bagaimana Anda akan menghadapinya ketika ia beranjak remaja di kemudian hari, bukan?

Baca juga:
Cara Bijak Mengatur Pemakaian Gadget Si Kecil
Panduan 'Screen Time' untuk Anak Anda


Bahan pertimbangan
Konten Chai's Play tidak hanya terbatas diterapkan oleh ibu saja. Ayah, anggota keluarga lain, pengasuh dan para pendidik PAUD bisa mempraktikkannya juga.
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Bagaimana dengan konten ini?