MasukDaftarHalaman Saya
Pengasuhan Anak
Cara Bijak Mengatur Pemakaian Gadget Si Kecil
Komentar 1
Dibaca 4563
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Terkadang orangtua luput dalam mengendalikan pemakaian gadget pada anak. Bantulah si kecil agar dapat menggunakan gadget secara bijak.

Anda tidak perlu khawatir saat si kecil mulai mengenal gadget (smartphone, tablet, laptop,dsb). Karena banyak hal yang dapat dipelajari oleh anak melalui gadget. Asalkan, orangtua harus tegas dalam menerapkan aturan pemakaian gadget, sehingga anak pun dapat memanfaatkannya dengan lebih optimal.

Baca juga: Adakah Cara untuk Menghindari Dampak Negatif dari Pemaparan TV dan Gadget kepada Anak?

Berikut ini adalah tips bijak membuat aturan penggunaan gadget untuk buah hati Anda.

1. Tentukan aturan yang jelas sebelum mempertontonkan TV kepada anak

Sebelum memperlihatkan kartun/acara TV, tentukan dulu dengan jelas, acara apa yang akan ditonton, dan berapa lama anak boleh menontonnya. Anak pada usia ini sangat menyukai acara TV dan gadget lebih dari apapun. Jangan menyalahkannya jika ia tidak mau mematikan TV saat dipanggil untuk makan. Sebelum 'perang' ini terjadi, buatlah kesepakatan terlebih dahulu dengan si kecil, mengenai apa dan berapa lama ia boleh menonton.

Anda juga bisa membuat janji yang bisa Anda sepakati dengan anak. Contohnya dengan membuat aturan 'no gadget di meja makan', 'tidak boleh memegang gadget sebelum tidur', dsb. Diskusikan juga janji atau tugas apa saja yang harus dilakukan oleh anak untuk mendapatkan izin menggunakan gadget. Misalnya, 'boleh main HP, asalkan sudah makan siang, sudah membereskan mainan, sudah membaca buku selama 20 menit, dsb'. Tuliskanlah jani-janji ini pada kertas dan tempelkan di tempat yang mudah terjangkau oleh anak.

2. Bersikaplah tegas dan konsisten terhadap aturan dan janji yang sudah Anda sepakati

Sangat wajar bagi anak untuk memberontak dan melakukan tantrum di saat Anda menyuruhnya berhenti menonton. Ia bisa saja menangis berguling-guling dan tidak berhenti berteriak hingga Anda memberikan gadget-nya kembali. Ingatlah bahwa anak Anda masih kecil, dan ia belum memiliki kemampuan untuk mengontrol dirinya sendiri. Karena itu, tugas Anda sebagai orangtua adalah untuk mendidik anak Anda, dan perlahan melatihnya untuk memiliki regulasi diri. Jika dengan dalih tidak tega, atau sebagai jalan pintas untuk membuat anak anteng, lalu lantas Anda membiarkannya menonton lebih dari waktu yang sudah Anda sepakati sebelumnya, maka usaha Anda akan menjadi sia-sia.

3. Jadilah panutan yang baik untuk anak

Orangtua adalah guru pertama anak. Kebiasaan Anda, sesepele apapun itu, sangat mudah ditiru anak, misalnya, selalu menonton TV sambil tiduran, memainkan games di telepon genggam seharian, dan sebagainya. Jika Anda dan pasangan menonton TV seharian, tetapi melarang anak untuk menonton, tidak heran jika ia pun melawan Anda. Alangkah baiknya jika Anda mengurangi waktu Anda menonton TV, dan menggantinya dengan berolahraga, membaca buku, atau hobi lain yang lebih bermanfaat. Dengan alamiah, anak pun akan berusaha mencari kegiatan lain, bukan mencari TV.

4. Jangan jadikan gadget sebagai sarana, apalagi penghibur

Jika gadget dijadikan sarana untuk membuat anak melakukan sesuatu, anak akan terbiasa menuruti kata-kata Anda hanya semata-mata demi gadget-nya, dan ini akan menjadi lingkaran setan. Contohnya, merayu anak untuk makan sesuap lagi dengan mempertontonkan HP, membiarkan anak menonton kartun agar ia tidak rewel, menawarkan anak menonton TV ketika sedang bete, dan sebagainya. Andalah yang harus menjadi sandaran dan tempat berlindung baginya, bukan gadget, TV, atau video game.

5. Cara yang keras tidak akan membantu sama sekali

Ada orangtua yang langsung merampas, menyembunyikan remote TV, atau bahkan mencabut kabel saat menghadapi anak yang kecanduan. Tetapi cara seperti ini, tidak akan membantu dalam memperbaiki perilaku anak. Anak hanya akan merasa bahwa Anda membencinya. Cara keras mungkin manjur saat menghadapi anak yang masih kecil, tetapi ketika ia tumbuh lebih besar, anak bisa saja melawan dan memberontak. Nantinya, anak bisa saja membuka HP Anda tanpa izin, atau nonton sembunyi-sembunyi di kamarnya. Ketimbang menggunakan kekerasan, bantulah anak untuk menyesuaikan jam menontonnya dengan cara yang lebih efektif.

6. Tontonlah TV bersama anak

Di saat mempertontonkan TV bersama anak, ada baiknya jika Anda menontonnya juga bersama-sama. Tidak semua tayangan TV berdampak buruk terhadap tumbuh kembang anak. Banyak juga tayangan yang bersifat edukatif dan memberikan manfaat. Salah satu keunggulan video dan tayangan visual adalah dapat membantu anak untuk mempelajari hal-hal rumit yang sulit dijelaskan oleh buku atau kata-kata Anda saja, bukan? Hanya saja, ingatlah bahwa TV bukanlah satu-satunya media untuk belajar.

Misalnya, orangtua kadang kesulitan untuk mengajarkan topik-topik tertentu kepada anak, seperti pendidikan seks, atau tentang lalu lintas. Tetapi, dengan menonton bersama anak tayanan-tayangan yang mendidik dan berkaitan dengan topik tersebut, Anda bisa membahas kembali dan merangkum isi tayangan yang sudah ditonton, dan Anda bisa membuatnya mengingat materi tersebut dengan lebih mantap. Selain Anda bisa memonitor konten dari acara yang ditontonnya, Anda bisa bercakap-cakap mengenai acara tersebut, mendorong nalar anak untuk berpikir lebih kritis, dan membantunya memahami nilai-nilai moral yang muncul dari acara TV tersebut.

7. Pastikan aktivitas menonton dalam pengawasan Anda

Ada kalanya orangtua terpaksa mempertontonkan TV dan gadget saat sedang kewalahan mengerjakan rumah atau sedang sibuk melakukan hal lainnya. Jika tidak bisa mendampingi anak nonton bersama, setidaknya, biarkan anak menonton dekat dalam jangkauan pengawasan Anda. Biarkan anak menonton TV di ruang tamu, atau letakkan gadget di meja makan saat Anda memasak. Sesekali, tengoklah anak dan tanyakan apa yang membuatnya tertarik dari game yang dimainkan atau video yang ditonton. Dengan begitu, orangtua dapat sekaligus memantau dan berinteraksi dengan anak saat beraktivitas menggunakan gadget/TV. Jangan sekalipun membiarkan anak menonton di ruangan terpisah tanpa pengawasan Anda.

8. Perbanyak aktivitas pengganti TV dan gadget

Banyak orangtua yang menggunakan gadget dan TV sebagai jalan pintas, karena kadang bingung harus bermain apa dengan anak. Tetapi, sudah menjadi peran dan tugas Anda untuk mencari pengganti TV agar perhatian anak teralihkan ke kegiatan lainnya.

Tidak ada cara yang lebih ampuh selain bermain duduk di lantai bersama-sama si kecil. Orangtua yang meluangkan waktunya bermain bersama anak dapat mengurangi dan mengalihkan anak dari gadget. Perbanyaklah aktivitas yang lebih nyata dan dapat dilakukan bersama seluruh anggota keluarga. Di saat cuaca cerah, Anda bisa mengajak anak jalan-jalan ke kebun binatang, bermain pasir di taman bermain, atau berolahraga. Banyak juga stimulasi lainnya yang bisa Anda praktikkan di rumah yang dapat menjauhkan anak dari TV sambil mendukung perkembangan otaknya, seperti membaca buku, bermain puzzle, bermain tepung clay, atau hanya sekedar mengobrol saja. Anda bisa menanyakan pendapat anak juga, dan biarkan ia memilih apa yang ingin ia mainkan. Di saat Anda sekeluarga melakukan permainan tersebut, rasa inisiatif dan tanggung jawab anak terhadap keputusannya pun akan tumbuh lebih kuat.

...

Luangkanlah waktu berkualitas yang dapat dihabiskan bersama anak, sehingga anak akan merasa lebih dekat dengan Anda! Tidak ada yang lebih berharga selain kasih sayang dan dukungan yang diberikan orangtua kepada anak. Bangunkan rasa percaya anak terhadap orangtuanya dan bentuklah kelekatan yang aman agar si kecil merasa stabil dan aman di samping Anda!

Baca juga: Acuan 'Screen Time' Bagi Si Kecil

Bahan pertimbangan
Konten Chai's Play tidak hanya terbatas diterapkan oleh ibu saja. Ayah, anggota keluarga lain, pengasuh dan para pendidik PAUD bisa mempraktikkannya juga.

TweelingAngeliasekitar 3 tahun yang lalu
Ada contohnya kak untuk cara nomer 4 "andalah yg harus menjadi tempat sandaran / tempat berlindung utk anak2" contohnya gmn ka ? Trmksh
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Bagaimana dengan konten ini?