Asosiasi Pediatris Amerika (AAP) sudah pernah memaparkan hasil penelitian, di mana mempertontonkan TV dan gadget memberi pengaruh buruk terhadap anak, dan menjadi faktor pemicu timbulnya gangguan pemusatan perhatian (ADHD) pada anak.
Tidak dipungkiri, mempertontonkan gadget dan TV kepada anak banyak sekali dilakukan oleh orangtua. Tetapi ingatlah bahwa pada anak-anak usia yang muda, orangtualah yang harus berperan dengan bijaksana untuk mengontrol kebiasaan menonton pada anak.
Baca juga: Tanda-tanda Anak Anda Sudah Kecanduan Gadget
Jika anak sudah terlanjur terbiasa menonton TV dan gadget, minimalisirlah dampak negatifnya, mulai dari sekarang.
1. Menyaring aplikasi/konten yang sesuai
Pilihlah aplikasi yang tepat dan sesuai dengan rentang usia anak. Biasanya si kecil akan meminta Anda untuk mengunduhkan aplikasi yang sedang 'hits' di kalangan teman-teman sebayanya atau ingin ikut-ikutan kakak yang usianya lebih besar. Sebelum meng-iyakan keinginan anak, sebaiknya Anda mencari informasi terlebih dahulu mengenai aplikasi tersebut. Anda harus memastikan bahwa aplikasi yang ingin digunakan oleh anak tidak mengandung konten kekerasan dan seksual.
Anda dapat mengatur fitur parental control (pengawasan orangtua) yang ada pada sistem pengaturan gadget Anda dan juga tersedia pada aplikasi-aplikasi tertentu. Anda dapat menyaring konten apa saja yang dapat diakses oleh anak. Selain itu, penting sekali untuk mengatur kata kunci pada gadget agar anak tidak 'sembarangan' mengunduh aplikasi-aplikasi yang tidak bermanfaat.
2. Batasi waktu pemakaian
Menurut anjuran the AAP, anak usia 2 - 5 tahun sebaiknya hanya diperbolehkan menggunakan gadget/memandang layar selama 1 jam per-hari dan untuk anak berusia di atas 5 tahun, batasan penggunaan gadget ini harus di bawah pengawasan dan bimbingan orangtua. Pemilihan konten untuk anak-anak di bawah usia 5 tahun sebaiknya hanya seputar pengenalan warna, bentuk, suara dan sebaiknya tidak berlebihan. Karena pada masa usia ini, mereka lebih membutuhkan rangsangan sensori secara langsung guna mengoptimalkan masa tumbuh kembang anak. Untuk anak berusia di atas 5 tahun, bantulah dan bimbinglah anak untuk memilih aplikasi yang tepat dan menggunakan aplikasi tersebut dengan cerdas.
3. Luangkan waktu untuk berdiskusi mengenai topik kekerasan, seks, dan lainnya
Banyak sekali tayangan TV yang menyajikan adegan yang berbau kekerasan atau bernuansa seksual. Ajarkanlah anak kesadaran mengenai dampak apa saja yang dapat mempengaruhi anak Anda, yang sedang dalam masa membentuk nilai-nilai hidup dengan meresap apa yang ditontonnya. Tentu saja sebagai orangtua, adalah tugas kita untuk sebisa mungkin menyaring dan memilih apa yang ditonton anak. Tetapi kadang, bisa saja kita kecolongan, dan anak bisa saja terpapar tayangan-tayangan yang tidak sesuai usia di luar kendali kita.
Karena itu, jangan hindari topik-topik yang menurut Anda 'belum waktunya dibahas', atau 'nanti juga tahu sendiri kalau sudah waktunya'. Berdiskusilah mengenai apa yang benar, apa yang sebaiknya dilakukan, dan apa yang tidak boleh dilakukan. Bantulah anak untuk memiliki kemampuan untuk bisa menilai dengan objektif dan kepala dingin mengenai apa yang sudah ditontonnya.
----
Ketimbang membiarkan anak meresap semua tayangan yang ditontonnya, ajarkan anak 'memisahkan tulang dari daging yang disantapnya'. Semakin terampil anak menyaring informasi, semakin banyak hal positif yang bisa dipelajari anak melalui tayangan tersebut, dan semakin sedikit pula dampak negatif yang mempengaruhinya.
Baca juga: Cara Bijak Mengatur Pemakaian Gadget Si Kecil



