MasukDaftarHalaman Saya
Pengasuhan Anak
Panduan 'Screen Time' untuk Anak Anda
Dibaca 4284
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Menggunakan media digital yang berlebihan tidak baik untuk masa tumbuh kembang anak. Berikut ini tips untuk membatasi screen time anak.

Secara tidak sadar, Anda pasti sering membiarkan anak terpapar layar-layar yang menayangkan acara kartun, video anak-anak atau video game. Banyak sekali tayangan-tayangan dan media-media digital yang sangat bermanfaat bagi pembelajaran anak. Namun, kalau penggunaannya sudah berlebihan malah berakibat buruk terhadap masa tumbuh kembangnya.

'Screen time'

Waktu yang dihabiskan seseorang menggunakan media digital seperti TV, handphone, tablet, gadget atau video game disebut dengan screen time

Screen time yang berlebihan memberikan dampak-dampak negatif seperti terganggunya hubungan kelekatan di antara keluarga karena perhatian anak akan tertuju pada media-media digital yang lebih menarik daripada bercakap-cakap dengan kedua orangtuanya. Nantinya, anak dapat tumbuh menjadi anak yang lebih pasif, tidak suka melakukan aktivitas fisik, kekurangan berinteraksi sosial dengan cara tatap muka bersama orang lain. Screen time yang berlebihan juga dapat mengganggu jumlah dan kualitas tidur dan kegiatan membaca. 

Baca juga: Anak-anak dan Gadget: Manfaat dan Dampak Buruk

Paparan edukatif melalui media digital memang dapat mengajarkan anak bermacam-macam kosakata baru, lagu dan gerakan, serta banyak hal yang tentu bermanfaat bagi masa pertumbuhannya. Namun, jika anak terlalu lama duduk di depan layar dan hanya melihat tayangan-tayangannya saja justru dapat mengganggu daya lihat dan perkembangan motorik anak. Anak yang lebih sering menonton TV atau melihat video dari tablet cenderung tidak banyak beraktivitas menggunakan tubuhnya. 

Berdasarkan rekomendasi dari The American Academy of Pediatrics, dianjurkan bahwa batasan screen time untuk anak yang baik yaitu:

  • Untuk bayi berusia 18 bulan ke bawah, tidak dianjurkan memberikan media berlayar kecuali untuk video-chatting. Jika orangtua ingin memberikan media pembelajaran digital kepada bayi berusia di antara 18 sampai 24 bulan maka pilihlah program dengan kualitas tinggi dan lihatlah bersama-sama untuk membantu anak memahami apa yang mereka lihat.
  • Untuk anak berusia 2 sampai 5 tahun, batasan waktu menggunakan media berlayar yaitu sekitar 1 jam per hari. Orangtua tetap harus mendampingi ketika anak sedang menggunakan media digital.
  • Untuk anak berusia 6 tahun ke atas, berikan batasan waktu yang konsisten dengan membuat peraturan bersama anak-anak dalam menggunakan media digital.
Agar dapat tumbuh sehat, anak-anak perlu mengurangi duduk dan bermain (beraktivitas) lebih banyak -  WHO

Para ahli dari World Health Organizations (WHO) juga mengeluarkan pernyataan bahwa menggantikan screen time dengan aktivitas fisik yang lebih bermanfaat dapat menghasilkan tidur yang berkualitas sekaligus bermanfaat bagi kesehatan anak-anak. WHO membagi aktivitas fisik menjadi tiga tingkatan, yaitu aktivitas fisik ringan (contoh berjalan pelan, beraktivitas sambil duduk), aktivitas fisik sedang (contoh: berjalan, menari) dan aktivitas fisik berat (contoh: bersepeda, berlari). 

Ada pula rekomendasi WHO mengenai aktivitas fisik, screen time, dan tidur yang berkualitas untuk anak usia di bawah 5 tahun adalah:

> Usia di bawah 1 tahun:

  • Melakukan aktivitas fisik setidaknya selama 30 menit dalam kurun 24 jam. Permainan interaktif berbasis lantai sangat bagus untuk bayi, seperti tummy time.
  • Sama sekali tidak dianjurkan pemberian screen time. Tidak duduk lebih dari 1 jam pada kereta dorongan (stroller), kursi makan atau digendong belakang punggung orang dewasa. Ketika bayi sedang dalam posisi diam, orangtua dapat membacakan buku atau dongeng.
  • Tidur berkualitas selama 14-17 jam (0-3 bulan) atau 12-16 jam (4-11 bulan), termasuk tidur siang.

> Usia 1 - 2 tahun:

  • Melakukan aktivitas fisik apa saja setidaknya 180 menit (3 jam) dalam sehari, termasuk aktivitas fisik sedang dan berat. 
  • Tidak dianjurkan pemberian screen time (contoh: menonton TV/video, bermain games) untuk anak usia 1 tahun dan maksimal 1 jam screen time untuk anak usia 2 tahun.
  • Tidur berkualitas selama 11-14 jam, termasuk tidur siang.

> Usia 3 - 4 tahun:

  • Melakukan aktivitas fisik apa saja setidaknya180 menit (3 jam) dalam sehari, dan termasuk setidaknya 60 menit melakukan aktivitas fisik sedang hingga berat.
  • Memiliki screen time tidak lebih dari 1 jam dalam sehari.
  • Tidur berkualitas selama 10-13 jam, termasuk tidur siang.

Sebagai tambahan, anak usia 5 tahun ke atas juga perlu menyeimbangkan aktivitas sehari-harinya. Biasanya anak memang sudah memiliki banyak aktivitas fisik di sekolah, tapi saat di rumah, Anda juga dapat menyediakan aktivitas sesuai kebutuhan anak dan memberikan batasan screen time yang pantas.

Rekomendasi di atas mungkin dapat Anda jadikan sebagai panduan dalam membuat aturan penggunaan screen time di dalam rumah. Anda dapat menjalankan aturan yang sudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi Anda secara perlahan sambil mengamati respons dari anak untuk mengetahui apakah aturan Anda ini cukup efektif atau tidak. Setelah menemukan aturan yang cocok, cobalah jalankan secara konsisten!

Baca juga: 

Cara Bijak Mengatur Pemakaian Gadget Si Kecil

Tips Permainan Pengganti Gadget/TV untuk Si Kecil

Bahan pertimbangan
Konten Chai's Play tidak hanya terbatas diterapkan oleh ibu saja. Ayah, anggota keluarga lain, pengasuh dan para pendidik PAUD bisa mempraktikkannya juga.
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Bagaimana dengan konten ini?