MasukDaftarHalaman Saya
Pengasuhan Anak
7 Prinsip Mengajarkan Anak-anak untuk Hidup Bahagia Ketika Dewasa Nanti
Dibaca 2218
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Kami merekomendasikan 7 hal yang bisa Anda ajarkan kepada anak agar memiliki harga diri yang tinggi!

Sangatlah wajar bagi kita sebagai orangtua untuk ingin senantiasa melindungi dan menjaga anak-anak kita. Namun semakin besar anak, akan banyak situasi di mana mereka harus menyelesaikan masalah yang mereka hadapi tanpa bantuan kita. Karena itu, sebagai orangtua, berikanlah dorongan semangat, dan bantulah anak menghadapi beragam tantangan, agar ia bisa menjaga dirinya sendiri di masa depan.

1. "Cintailah dirimu sendiri apa adanya."

Semua anak, baik laki-laki ataupun perempuan, ingin menjadi atraktif dan berbakat. Jangan lupa untuk selalu berkata kepada anak Anda, bahwa ia cantik dan spesial. Fisik bukanlah simbol kesempurnaan. Hidung mancung dan mata besar hanyalah salah satu bagian keunikan dari setiap manusia. Kecantikan luar dapat dengan mudah hilang dari waktu ke waktu, karena itu yang terpenting adalah, kecantikan sejati yang muncul dari dalam diri.

2. "Cintailah apa yang kamu lakukan."

Orangtua ingin anak untuk bisa menjadi orang dewasa yang sukses. Tidak heran jika banyak orangtua yang membombardir anak dengan berjuta aktivitas setiap harinya, mulai dari bimbingan belajar, PR, sekolah, dan kursus-kursus lainnya. Tetapi apakah melakukan semua aktivitas tersebut, menjamin bahwa anak akan sukses dan bahagia nantinya? Di sela-sela kesibukan anak, biarkan ia melakukan satu hobi yang disukainya setiap hari, seperti membuat kerajinan tangan atau bermain game.

3. "Berolahraga adalah bagian penting dari kehidupan."

Segala bentuk aktivitas fisik yang diterapkan sejak dini sangat memberi pengaruh terhadap perkembangan anak Anda. Selain baik untuk kesehatan tubuh, aktivitas olahraga dapat menumbuhkan kepercayaan diri, melepas stres anak, dan berkumpul bersama teman-teman sebayanya dapat membantu perkembangan sosialnya. Jika diterapkan dengan teratur sejak kecil, kebiasaan berolahraga akan terus berlanjut hingga anak dewasa, bahkan tanpa harus disuruh dulu.

Yang perlu Anda ingat adalah, biarkan anak memilih aktivitas yang mereka suka. Jika anak Anda ingin les menari, biarkan ia menari. Jangan hanya karena ia laki-laki, Anda memaksanya untuk ikut les sepakbola.

4. "Bantulah orang-orang yang lebih lemah daripada dirimu."

Di zaman ini, banyak orang  yang takut membela/membantu orang lain, karena tidak mau ikut terlibat, dan ikut jadi korban. Semakin banyak orang yang cuek terhadap lingkungannya, misalnya, ketika melihat seseorang dihina/dibully, banyak yang hanya jadi penonton dan diam saja. Ajarkan anak-anak untuk berempati, dan mental untuk siap membantu orang lain yang kesusahan. Caranya mudah. Mintalah anak untuk membantu Anda mengerjakan pekerjaan rumah tangga, atau berikan anak suatu hal untuk dipertanggungjawabkan, misalnya menjaga adik saat ibu mencuci piring, atau membersihkan kotoran hewan peliharaan.

5. "Prestasi akademik bukanlah segala-galanya."

Banyak anak yang pulang sekolah menangis karena nilai ulangannya jelek. Banyak orangtua yang tanpa sadar membuat anak menjadi takut untuk mendapat nilai jelek. Belajar dan menambah pengetahuan memang penting, tetapi bukankah anak-anak tidak seharusnya menangis dan takut untuk menunjukkan nilai jelek? Tidak perlu memarahi dan menghukum anak jika nilai rapornya kurang bagus. Berikan dorongan semangat, agar ia tidak menjadi orang yang takut menghadapi kegagalan di masa depan.

6. "Kamu harus bisa melindungi diri sendiri."

Ada kalanya anak menghadapi situasi di mana ia diejek/dibully oleh teman-temannya. Tidak setiap saat orangtua bisa langsung turun tangan, karena bisa jadi situasi akan menjadi lebih buruk. Jelaskan kepada anak, "Teman yang mengejekmu itu hanya ingin terlihat keren, karena itu ia ingin membuatmu ketakutan dan sedih." Beritahukan anak untuk menghiraukan perkataan teman, dan tidak perlu diambil hati. Ajarkan anak untuk tidak mempedulikan ejekan teman, tetap bersikap tenang dan tidak terpancing. Maka lama kelamaan, anak tersebut akan berhenti mengejeknya, karena ia tidak mendapat reaksi yang ia inginkan.

7. "Beranilah berkata 'tidak'."

Jelaskan kepada anak untuk berani menolak "permintaan" teman-temannya, jika ia merasa itu tidak benar/melewati batas, misalnya, kepada teman sebangku yang minta diberi contekan jawaban saat ujian, atau teman yang minta bantuan untuk mengerjakan PR-nya. Menuruti permintaan orang lain hanya karena sungkan/takut, hanya akan membuatnya semakin ciut, dan merugikan dirinya sendiri. Ajarkan anak untuk bisa menolak dengan lantang, dan bangun kepercayaan dirinya, sehingga kelak ia bisa menjadi orang dewasa yang tegas dan tidak mudah dimanfaatkan orang lain.

Bahan pertimbangan
Konten Chai's Play tidak hanya terbatas diterapkan oleh ibu saja. Ayah, anggota keluarga lain, pengasuh dan para pendidik PAUD bisa mempraktikkannya juga.
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Copy link
Bagaimana dengan konten ini?