Chaisplay
Download Aplikasi Chai's Play
Eoeix3hbpamzjtkew4he
Pengasuhan Anak
Tips Pertolongan Pertama Saat Si Kecil Terluka
Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Orangtua harus selalu siaga agar anak tidak terluka. Namun, saat si kecil terluka, janganlah panik! Pelajari tips-tips pertolongan pertama saat si kecil terluka.

Ketika bermain, anak-anak sedang belajar mencari tahu dan mencoba berbagai hal tanpa mengetahui bahaya dari apa yang mereka mainkan, sehingga dapat membuat mereka terluka. Saat daya keseimbangan tubuh si kecil masih belum stabil dapat mengakibatkan ia terjatuh atau tersandung. Orangtua janganlah panik! Berikut ini tips-tips pertolongan pertama saat si kecil terluka atau terjatuh.

1. Muncul luka sobek

Langkah pertama yang dapat dilakukan ketika melihat luka sobek pada kulit anak yaitu dengan membersihkan area yang terluka dengan air, lalu tempelkan kain kasa atau kapas yang sudah dibaluri obat antiseptik selama 3 menit. Kemudian balutlah dengan perban atau tempelkan plester agar luka tidak terinfeksi. Jika darah tidak berhenti mengalir, segeralah bawa anak ke rumah sakit atau klinik kesehatan terdekat.

2. Kepala anak terluka karena jatuh dari tempat yang tinggi

Kepala anak yang berat dan keseimbangan tubuh yang belum stabil sering membuat anak terjatuh. Jika kepala hanya terbentur sedikit, Anda tidak perlu terlalu khawatir. Tetapi, anak tidak sadarkan diri setelah terjatuh, tidak merespons ketika dicubit, kepala anak terluka, atau bola mata bergerak tidak normal, maka Anda harus segera membawa anak ke rumah sakit.

Sebelum anak dibawa ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri, periksalah pernapasannya. Sandarkan bantal di bagian belakang leher anak, lalu angkat sedikit dagu agar saluran pernapasan tidak tersumbat. Jika muncul gejala-gejala yang tidak normal, segeralah periksakan ke rumah sakit.

Jika luka tidak terlalu parah, peluklah anak sambil menenangkannya. Jangan menggoyangkan tubuh anak. Jika muncul demam, kompres dengan handuk dingin. Sebaiknya anak tidak dimandikan di hari ia terluka dan biarkan anak banyak beristirahat.

3. Menyentuh benda panas

Jika luka bakar tidak terlalu besar, dinginkan luka dengan air yang mengalir, lalu kompreslah bagian luka dengan kain atau handuk dingin. Berikan antiseptik di area luka bakar dan balutlah dengan kain kasa yang steril. Untuk luka bakar yang besar, segeralah bawa anak ke rumah sakit untuk menghindari munculnya kerusakan jaringan pada tubuh anak.

4. Menelan benda asing

Langkah awal saat anak tidak sengaja menelan benda asing yaitu pastikan saluran pernapasan anak, kemudian cari tahu benda apa yang tertelan oleh anak. Jika benda tersebut harus dimuntahkan, masukkan jari Anda ke dalam mulut anak, lalu tekanlah bagian ujung dalam lidah agar benda dapat dimuntahkan. Cara lain untuk memuntahkan benda di dalam mulut yaitu dengan membalikkan tubuh anak dan menepuk-nepuk punggungnya. 

Jika setelah menelan benda asing, anak terus menangis, muntah-muntah, warna pada wajah berubah, tidak bertenaga, maka segeralah bawa anak ke rumah sakit.

5. Gigitan serangga

Kulit bayi sangatlah sensitif, sehingga kulit mudah memerah ketika terkena gigitan serangga. Tindakan pertama yang dapat dilakukan yaitu bersihkan bagian luka gigitan serangga dengan air dan oleskan antiseptik atau salep untuk gigitan serangga khusus anak-anak. Luka gigitan ini dapat menimbulkan rasa gatal yang apabila tergaruk dapat menyalurkan bakteri sehingga muncul nanah. Pastikan anak tidak menggaruk lukanya.

6. Mimisan

Saat anak mimisan, biarkan anak duduk dan bantulah anak membungkukkan kepalanya ke depan agar darah mengalir dan peganglah hidungnya. Jangan biarkan kepalanya menengadah, karena dapat berbahaya apabila darah masuk ke dalam saluran pernapasan. Kompres kening dan hidung juga cara yang baik untuk menghentikan mimisan.

Jika Anda telah melakukan tindakan pertama untuk menghentikan mimisan, tetapi darah masih mengalir, maka segeralah periksakan anak ke rumah sakit. Apabila dalam sehari anak mimisan berkali-kali dan terus berlanjut selama 3 hari, ini tandanya anak perlu menerima bantuan medis.

7. Tenggelam di air

Setelah mengeluarkan anak dari air/kolam, bantulah anak memuntahkan air yang tertelan agar dapat menormalkan kembali saluran pernapasannya. Peluklah anak dalam keadaan terbalik, masukkan jari Anda ke dalam mulut anak untuk mengeluarkan air yang tertelan. Lepaskan pakaian basah anak, usaplah semua air yang menempel pada tubuh anak, balutkan tubuh anak dengan handuk kering atau selimut, lalu peluklah anak sampai merasa hangat. 

Jika anak tidak sadarkan diri setelah tenggelam, berikan pernapasan buatan atau mintalah bantuan seseorang yang ahli untuk memberikan pernapasan buatan. Lalu segeralah bawa anak ke rumah sakit. 

8. Terkena sengatan listrik

Segeralah mencabut kabel listrik yang masih tersambung, ketika anak terkena sengatan listrik. Jika muncul luka bakar pada kulit anak, maka kompreslah dengan handuk dingin dan pastikan anak tidak menggaruk lukanya. Jika anak tidak sadarkan diri setelah terkena sengatan listrik, terlebih dahulu pastikan pernapasan anak dan bawalah anak ke rumah sakit.

9. Masuk benda asing ke dalam mata

Mintalah anak untuk tidak menggosok matanya ketika ada benda asing yang masuk ke dalam matanya. Mintalah anak untuk mengedip beberapa kali sampai mengeluarkan air mata, pastikan apakah ada benda yang tersisa di dalam mata anak, kemudian cobalah keluarkan benda tersebut dengan kain kasa atau pembersih kuping kapas (cotton bud). Jika masih tidak berhasil, baringkan anak dan tinggikan posisi kepalanya, lalu basuhlah mata dengan campuran air garam untuk membantu mengeluarkan benda asing tersebut.

10. Tulang retak atau keseleo

Anak-anak memiliki tulang yang lembut dan lemah, sehingga tulang anak mudah retak jika terjatuh atau terbentur. Jika tangan atau kaki anak terlihat bengkok atau sakit ketika digerakkan, mungkin ini disebabkan oleh tulang yang retak. Saat bagian persendian anak membengkak dan membiru, kemungkinan anak mengalami keseleo atau tulang retak. Balutkan perban pada bagian tulang yang retak, lalu bagian yang panas dikompres dengan handuk dingin. Janganlah memijat dan mengerak-gerakkan bagian yang terluka.

11. Kuku yang terlepas

Jika kuku anak berdarah karena kuku tidak sengaja terlepas, bersihkan bagian yang berdarah dengan air dan tempelkan kapas yang sudah diberi obat antiseptik agar darah berhenti mengalir. Setelah darah berhenti keluar, tempelkan plester pada kuku yang terluka sampai tumbuh kuku yang baru. Gantilah plester setiap hari agar bagian kuku yang terluka tidak terkena bakteri.

12. Tertusuk benda tajam

Ketika anak tertusuk duri atau benda tajam, keluarkan duri dengan pinset, lalu bersihkan bagian yang terluka dengan air dan berikan obat antiseptik agar luka tidak terinfeksi. Untuk luka tusukan yang dalam, segeralah bawa anak ke rumah sakit untuk menerima bantuan medis.

Bagikan artikel ini kepada orang-orang yang Anda sayangi.
Bagaimana dengan konten ini?