





Kinilah saat ketika nalar bayi sudah sangat berkembang sehingga ia percaya diri dengan tindakannya, dan merasakan pemenuhan diri (self fulfillment) ketika ia berhasil mencapai apa yang diinginkannya.
Perkembangan kognitif seperti apa yang ada pada si kecil, yang sedikit demi sedikit bersiap untuk mandiri dan lepas dari pelukan ibu dan ayah?
Lalu, lingkungan seperti apa yang harus ibu dan ayah ciptakan untuk membantu tumbuh kembang bayi?

Mengapa penting untuk memahami perkembangan kognitif bayi usia 10-11 bulan Anda?
1. Munculnya rasa percaya diri
Melalui banyak pengalaman dan latihan, pada usia ini si kecil mempelajari banyak wawasan dan ketrampilan. Semakin banyak jam terbangnya, semakin banyak pula yang ia pelajari, dan semakin besar pula rasa pemenuhan diri yang ia rasakan.
2. Sudah paham keberadaan suatu objek
Anak mulai paham saat suatu benda ada/tidak ada/menghilang sementara. Ini dinamakan konsep kepermanenan objek. Pemahaman anak terhadap konsep ini sangat penting dalam tumbuh kembang, terutama perkembangan emosinya. Permainan cilukba pun dianjurkan karena alasan ini. Permainan ini mengajarkan anak bahwa meskipun ayah/ibu tidak terlihat sementara, ayah/ibu akan muncul dan kembali lagi. Beragam aktivitas diperlukan untuk menstimulasi anak agar ia bisa berlatih mengontrol emosinya.
3. Bisa mengoperasikan mainan
Meskipun terlihat sepele bagi orang dewasa, kemampuan anak untuk memukul, menekan, dan memutar tombol pada mainan adalah ketrampilan yang rumit bagi anak. Dukunglah si kecil dengan stimulasi yang tepat agar kebutuhannya untuk menjelajahi dunia sekitar terpenuhi dengan baik.

Bayi bertindak sebanyak yang ia pelajari. Cermatilah poin tumbuh kembang bayi Anda di fase ini, dan biarkan si kecil bersenang-senang mempelajari dunia dengan permainan yang cocok dengan usia dan kemampuannya.





