
Makanan anak-anak boleh sama, tapi karakter setiap anak bisa berbeda-beda.
Semua stimulus yang muncul dari lingkungan sekitar anak sejak kecil pasti akan mempengaruhi kehidupannya nanti, khususnya pembentukan pola makan yang baik menjadi sangat penting karena merupakan bekal sehat seumur hidup.
Selain itu, waktu makan bukan hanya sekedar makan saja, tapi waktu makan juga waktu yang efektif untuk memupuk hubungan emosional antara orangtua dan anak.
Jika Anda berkali-kali melewati jam makan bak perang bersama si kecil, carilah penyebab utamanya dan solusi yang tepat untuk membentuk pola makan yang sehat pada anak.

Hal yang paling penting bukannya si kecil bisa makan dengan porsi yang banyak, tapi si kecil bisa membedakan dan memilih makanan yang sehat dan tidak sehat. Pentingnya membentuk pola makan yang sehat yaitu agar si kecil menyerap gizi yang penting bagi masa pertumbuhannya.
Setelah memasuki usia 6 bulan, si kecil mulai merasa takut terhadap hal yang baru dan hal ini akan mencapai puncaknya saat si kecil mulai mengenal makanan. Jika pada masa ini si kecil kurang mencoba beraneka ragam makanan, maka kemungkinan perilaku pilih-pilih makanan (picky eater) akan terlihat pada anak dan ini bisa mempengaruhi kesehatan di usia dewasa nanti.
Makanan memiliki rasa, bentuk dan tekstur yang bermacam-macam. Jika si kecil hanya mengonsumsi makanan yang lembut saja atau yang keras saja, maka ini bisa berdampak buruk terhadap kesehatan gigi dan perkembangan sendi rahang si kecil. Oleh karena itu, mengonsumsi beraneka bentuk dan tekstur pada makanan sangatlah penting karena dapat mendukung kesehatan gigi.

Daripada memaksa anak supaya mau makan sesuap lagi, lebih baik jika si kecil dapat menikmati jam makannya dan di dalam proses itu, bantu si kecil untuk membentuk pola makan yang sehat.
Info parenting dan kurikulum permainan yang dapat membantu si kecil untuk memiliki pola makan yang sehat, hanya di Chai's Play!











